Batuk Rejan (Pertusis)

Batuk Rejan (Pertusis)Batuk rejan atau dalam istilah medis dikenal dengan Pertusis merupakan jenis batu jangka panjang. Batuk rejan bisa berlangsung lebih dari 100 hari lamanya sehingga kondisi ini sangat lah mengganggu. banyak yang tidak nyaman dengan batuk yang dialami, sebab ada infeksi pada saluran pernapasan. Batuk rejan juga memiliki batuk yang keras, sehingga penderita batuk rejan akan merasa tidak nyaman. Terjadinya batuk rejan bisa pada orang dewasa atau pun pada anak anak, sebab saluran pernapasan siapa pun juga dapat di infeksi. penderita batuk rejan akan tersiksa dengan batuk yang dialami, sebab batuk yang begitu keras membuat tidak nyaman, akan mengganggu aktivitas maupun mengganggu tidur.

Banyak orang mengalami batuk rejan sebab tidak melakukan suntik vaksin sehingga rentan untuk di infeksi dan mengalami batuk yang berkepanjangan. Untuk itu hati hati menjaga saluran pernapasan agar tidak ada masalah pernapasan seperti batuk dan jenis lainnya. batuk rejan bisa menimbulkan komplikasi penyakit pneumonia juga.

Penyebab Batuk Rejan (Pertusis)

Penyebab batuk rejan (Pertusis) ialah bakteri, jadi bakteri menginfeksi paru paru sehingga reaksi tubuh terhadap infeksi tersebut ialah batuk keras atau mengalami batuk rejan. Untuk jenis bakteri yang bisa menyebabkan batuk rejan ialah bakteri Bordetella pertussis. Jenis bakteri ini sangat mudah menyerang saluran pernapasan sebab bakteri tersebut dapat bercampur dengan udara, sehingga apabila menghirup udara yang telah terkontaminasi oleh bakteri maka bisa masuk ke paru paru dan menyebabkan batuk rejan. Apabila bakteri terhirup masuk ke dalam tubuh maka saluran pernapasan yang pertama kali diserang ialah bagian trakea dan juga pada bagian bronkus atau bagian yang menghubungkan dengan paru paru.

Karena terinfeksi, maka akan ada pembengkakan di saluran pernapasan dalam, sehingga proses pernapasan akan terganggu dan penderita batuk rejan akan sulit bernapas dengan normal bahkan terkadang bernapas melalui mulut juga untuk memenuhi kebutuhan pasokan oksigen. Karena nafas yang terlalu kuat maka pada saat bernapas pun bisa muncul suara pada saat menarik napas. kondisi seperti ini juga akan menyebabkan produksi ingus atau cairan lendir pada dinding saluran udara, karena cara seperti ini adalah upaya melindungi tubuh dari serangan bakteri.

Gejala Batuk Rejan (Pertusis)

Setelah saluran pernapasan di infeksi oleh bakteri maka akan ada gejala yang muncul, tetapi gejala batuk rejan (Pertusis) akan muncul secara bertahap. Ada tiga tahapan gejala batuk rejan yang akan terjadi. maka dari itu berikut tahapan batuk rejan (Pertusis) yang akan dialami :

  • Untuk tahap awal gejala batuk rejan (Pertusis) maka gejala atau respon tubuh yang bisa terjadi seperti infeksi pada umumnya. diawali dengan hidung yang berair sebab produksi lendir akan meningkat setelah ada infeksi pada saluran pernapasan. Mata akan memerah, disertai kondisi hidung yang sering bersin. ada pun gejala tahap awal yang menyebabkan radang tenggorokan yang menyebabkan sakit tenggorokan serta ada batuk ringan. suhu badan pun akan lebih tinggi sebab demam. Lama terjadinya batuk rejan biasanya selama dua minggu kurang lebih. Pada tahap awal juga masa masa kurusial sebab bisa menular pada orang lain.
  • Untuk tahap kedua batuk rejan (Pertusis) sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tahap pertama, hanya lebih berkurang dari pada sebelumnya. gejala yang muncul pada tahap pertama perlahan lahan akan berkurang tetapi batuknya masih bertahan. Bisa dikatakan gejala batuk rejan di mulai pada tahap kedua. Karena pada gejala batuk rejan (Pertusis) di tahap kedua batuk yang parah atau batuk keras baru akan di mulai. Batuk yang menyebabkan penderitanya tidak bernapas dengan baik, dan memaksa bernapas melalui mulut sehingga menimbulkan suatu bunyi. Pada saat batuk keras, penderita batuk rejan (Pertusis) bisa muntah terlebih pada anak anak. Karena batuknya yang terlalu keras pun akan menyebabkan penderitanya merasa lelah. Kurang lebih selama satu bulan kondisi seperti akan berlangsung.
  • Untuk tahap tiga batuk rejan (Pertusis) keadaan sudah mulai membaik dan tidak seperti biasanya. Meskipun batuk yang dialami bisa lebih keras dari sebelumnya tetapi di tahap tiga ini bisa dikatakan proses penyembuhan dan berlangsung selama dua bulan kurang lebihnya.

Pengobatan Batuk Rejan (Pertusis)

Batuk rejan yang parah bisa menyebabkan penderitanya tidak nyaman, bahkan karena sangat kerasnya batuk bisa mematahkan tulang penderitanya. untuk itu segera melakukan pengobatan batuk rejan (Pertusis) agar tidak semakin parah. sebelum pengobatan bisa diawali dengan pemeriksaan darah, tes dahak, dan juga dengan melakukan rontgen. Pengobatan batuk rejan (Pertusis) biasanya dengan menggunakan obat, apabila dibutuhkan rawat inap biasanya penderita batuk rejan akan masuk ke dalam ruangan khusus agar tidak menularkan virus.

Ada pun obat batuk rejan yang diberikan agar menghentikan infeksi pada saluran pernapasan. Mengobati batuk rejan dengan obat alami pun juga bisa dilakukan dengan menggunakan bahan alami ekstrak teripang gold atau emas. Ekstrak teripang cair merupakan obat berbagai macam gangguan kesehatan termasuk untuk batuk rejan (Pertusis). Untuk itu minum obat secara teratur sehingga bebas dari infeksi. (By:RM)

Batuk Rejan (Pertusis)

Cara Pemesanan Jeli Gamat Luxor – Obat Batuk Rejan Tradisional, Herbal & Alami

Membantu Mengurangi Gejala Batuk Rejan dan Mengobati Batuk Rejan Secara Alami

jelly-gamat-luxor

Obat Batuk Rejan Tradisional, Obat Batuk Rejan Alami, Obat Batuk Rejan Herbal

Harga Jelly Gamat Luxor Obat Batuk Rejan Isi 350 ml = Rp. 265.000,-/botol

cara-beli

Cara Pemesanan : SMS ke 0852-1617-3280, tuliskan : Pesan Jeli Gamat Luxor Obat Batuk Rejan, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap

This entry was posted in Batuk Rejan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.